WARTA

Senin, 4 Februari 2019 - 22:58

5 bulan yang lalu

logo

Usul Baabullah Jadi Pahlawan, Keseriusan Pemkot Ditantang

Pengusulan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional yang diinisiasi oleh Keluarga Malamo Ternate (KARAMAT),  bersama Pemerintah Daerah Kota Ternate membutuhkan keseriusan. Pengusulan harus memenuhi tahapan-tahapan yang sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Saya sangat mendukung pengusulan ini. Saya sangat meyakini bahwa hal ini bisa terajut dengan baik. Tinggal bagaimana Pemerintah Kota serius dalam pengajuannya melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD),” kata Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari kepada perwakilan TP2GD , Jumat pagi di Jakarta.

TP2GD pengusul pahlawan Sultan Baabullah yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Presidium Madopolo, KARAMAT, Ronny M. Saleh. Ketua KNPI Kota Ternate, Sahrony A. Hirto, dan Plt, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Arifin Umasangaji.

Foto Bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), dengan Direktur Sejarah, Dirjen Dirjen Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Jumat 1 Januari 2018, pagi di Jakarta.

Triana mengaku kaget saat diberitahu akan ditemui oleh perwakilan TP2GD yang mengusulkan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional. Triana mengira Sultan Baabullah sudah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional. “Selama ini saya pikir beliau sudah menjadi tokoh pahlawan nasional. Oleh karena itu saya sangat mendukung pengusulan ini,” ucapnya.

Senada dengan itu, Pakar dan Ahli Sejarah Univeritas Indonesia, Susanto yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengaku terkejut saat dikonfirmasi terkait adanya pertemuan dengan TP2GD untuk pengusulan Sultan Baabullah. “Saya mengira Baabullah itu tokoh pahlawan nasional sejak dulu. Makanya ketika dikonfimasi adanya pertemuan bersama mereka (TP2GD), saya sangat kaget. Ada dua tokoh yang tak pernah dikalahkan, yakni Baabullah dan Fatahilah,” jelasnya.

Selain Baabullah, kata Susanto, ada beberapa tokoh yang harus diusung sebagai pahlawan nasional. “Jadi kurang lebih ada lima atau enam orang yang harus jadi pahlwan nasional,” ucapnya.

Langkah TP2GD juga didukung penuh oleh, Direktur Jenderal  Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Taufik Majid, yang juga selaku anak daerah. “Saya juga akan membantu untuk mengkomunikasikan dan mengkonsultasikan pengusulan ini dengan Menteri Sekretaris Negara dan Kementerian Sosial,” akunya.

Sementara itu, Ronny M Saleh mengatakan, pertemuan dengan pihak Dirjen Kebudayaan itu dilakukan dalam rangka konsultasi awal TP2GD agar pengusulan dilakukan berdasarkan ketentuan. TP2GD juga bertemu dengan tokoh-tokoh daerah di Jakarta untuk menyatukan presepsi dan dukungan.

“Jadi untuk memulai ini semua kami meminta masukan kepada semua pihak agar bisa menyatukan presepsi sehingga mempermudah pengusulan Sultan Baabullah sebagai tokoh pahlawan nasional,” katanya

Penulis : Firjal Usdek

Baca Lainnya