WARTA

Sabtu, 2 Maret 2019 - 19:21

3 minggu yang lalu

logo

Tumpukan sampah dari selokan yang berada di Jalan Raya Mangga Dua, Ternate. Foto: Rizal Syam

Tumpukan Sampah di Mangga Dua Dikeluhkan Warga

Warga Mangga Dua, Kota Ternate  keluhkan soal tumpukan sampah dari selokan yang sudah dua minggu tidak bersihkan oleh dinas terkat. Keluhan warga ini karena sampah tersebut mengeluarkan bau busuk yang menggangu pelanggan di warung bakso dan pedagang lainnya.

Pantauan jalamalut pada Sabtu, 2 Maret 2019, tumpukan sampah lumpur berjejer di samping jalan. Beberapa sampah bahkan merembet ke badan jalan sehingga mengganggu pengendara.

Selain memang mengganggu lalu lintas, tumpukan itu juga merupakan kendala tersendri bagi warga yang beraktifitas sekitarnya.

Aidin, seorang penjahit yang lokasi usahanya berada tepat di depan tumpukan sampah tersebut mengatakan, tumpukan sampah itu sangat mengusik. Selain merembet badan jalan, tumpukan tersebut juga menghasilkan debu ketika cuaca panas, sehingga mengganggu aktifitasnya.

“Sudah dua minggu ini tak diangkut. Padahal ini debunya sangat mengganggu. Ini untung sudah kering, waktu masih basah baunya sangat menyengat,” Ucap Aidin kesal.

Padahal menurut Aidin, ia dan beberapa warga di situ tak tinggal diam. Beberapa jam sebelum ditemui jalamalut misalnya, ia mendatangi sebuah truk yang tenggah mengangkut sampah yang tak jauh dari lokasi. Aidin menanyakan ihwal tumpukan sampah lumpur yang berada di depan usaha jahitnya.

Namun respon dari petugas justru membuatnya kecewa. Bukannya merespon keluhan warga, petugas kebersihan itu tegas menolak permintaannya.

“Saya tanya ke mereka, boleh tidak angkat tumpukan itu, kalau misalnya mesti bayar juga tidak apa-apa, asal cepat dibersihkan,” Kata Aidin. Aidin yang menanyakan keluhan tersebut ke ketua RT setempat juga mendapati hasil yang sama.

Keluhan Aidin juga dialami oleh Daryadi, seorang penjual bakso di lingkungan tersebut. Lokasi dagangan milik Daryadi ini persis berdekatan dengan tumpukan sampah, bahkan jalan masuk ke usahanya itu mesti melewati tumpukan tersebut.

Disebabkan sampah yang menumpuk di depan usahanya, Daryadi mengaku sampai menutup dagangan. “Waktu sampahnya masih basah, saya harus tak berjualan selama lima hari, karena bau yang sangat mengganggu,” Keluh pria yang berasal dari Jawa Timur.

Sebagai pedagang yang menjajakan makanan, tentu sangat bergantung pada kebersihan, jelas persoalan sampah tersebut menjadi kendala tersendiri baginya.

Menurut Daryadi, setiap bulannya ia membayar iuran sampah yang dianjurkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate. Iuran yang dibayar sebesar Rp30ribu.

Iuran yang dibayar para pedagang

Tumpukan sampah itu berawal dari tersumbatnya selokan di sekitar Jalan Raya Mangga Dua, Ternate, sehingga warga berinisiatif untuk melakukan pembersihan. “Saya bersama dengan anak-anak pangkalan (ojek) berinisiatif membersihkannya. Sebab kalau tidak akan tambah parah,” jelas Aidin.

Oleh karena itu, Aidin dan juga Daryadi meminta kepada dinas terkait untuk segera menganggkut sampah lumpur tersebut, karena sudah mengganggu aktifitas dan juga jalannya roda usaha mereka.

Rizal Syam

Baca Lainnya