WARTA

Minggu, 17 Februari 2019 - 21:50

3 bulan yang lalu

logo

Tawuran Antara Dua Kelurahan di Ternate

Ternate – Minggu, 17 Februari 2019, dini hari kemarin terjadi Tawuran Antar Kampung (TARKAM) antar Kelurahan Fitu dan Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan. Massa dari kedua Kelurahan yang berbatasan langsung dengan jembatan menuju Universitas Khairun (Unkhair) Ternate memenuhi jalan raya. Mereka saling menyerang dengan material batu, sehingga menyebabkan beberapa rumah warga rusak.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Ternate Selatan AKP. Catur Erwin Setiawan, dan Lurah Fitu Yudi Anto bersama di tempat kejadian perkara, untuk melerai massa yang telah memenuhi jalan raya. Pihak kepolisian memberi pengumuman kepada warga agar kembali pulang ke rumah masing-masing.

Kapolsek Ternate Selatan kepada Jalamalut, dini hari mengaku belum bisa menyimpulkan asal-usul kejadian tersebut. “Kami masih menunggu informasi dari anggota di lapangan,” tutur AKP. Catur.

Anggota Kepolisian Polsek Ternate Selatan sedang melakukan koordinasi dengan Lurah Fitu

Kapolsek Ternate Selatan yang dilantik sejak 2018 itu bersama anggota polisi lainnya hingga pukul 05:00 dini hari menuturkan, “Kami bisa memberi informasi besok, mohon kerjasamanya,” tegas AKP. Catur.

Pukul 14:30 WIT, perwakilan Camat Ternate Selatan, Lurah Fitu, dan Lurah Gambesi bersama orang tua pelaku dan korban memediasi secara kekeluargaan. Kedua belah pihak bersepakat agar tidak ada proses hukum dengan membuat pernyataan tertulis.

“Kronologis kejadian semalam dipengaruhi oleh para remaja yang datang ke pesta resepsi pernikahan di Kelurahan Gambesi, terjadi saling sikut hingga perkelahian melebar dan menjadi tawuran,” kata AKP. Catur.

Sesuai Perda no. 14 pasal 17 ayat 1,2,3 bahwa adanya izin keramaian batas pesta/keramaian pukul 24:00 dan musik tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Kiranya bertolak belakang, sebab pesta tetap dilaksanakan tanpa surat izin keramaian.

Lurah Gambesi, Nirwana M Nur kepada Jalamalut mengatakan, “Kami tidak mengizinkan adanya pesta/keramaian karena sesuai PERDA yang telah diinstruksikan Walikota,” tegasnya.

“Pada tiap rapat bersama dengan RT/RW, saya telah sampaikan untuk tidak membuat pesta-pesta di lingkungan Kelurahan,” kata Nirwan.

Lurah Fitu yang bersama korban di kantor Polsek Ternate Selatan mengatakan, kami pihak Kelurahan tidak pernah berkompromi dengan persoalan pesta,” kata Yudi Anto.

“Langkah ke depan kita saling berkoordinasi antara pemuda, dan rencananya nanti sore akan kami adakan pertemuan bersama pemuda,”tambah Yudi Anto.

Sedangkan pihak orang tua korban Bahtiar yang ditemui Jalamalut mengatakan, anak-anak terlalu terpengaruh dengan pergaulan sehingga mereka tidak saling mengenal, padahal mereka yang berkelahi itu keluarga kita sendiri” ungkap Bahtiar.

Sementara itu, pemilik hajatan pesta, bapak Babali, kepada Jalamalut di Kantor Polsek Ternate Selatan, “awalnya terjadi saling sikut antara kedua anak remaja, kebetulan ada anggota Kepolisian di Kelurahan Gambesi yang telah mengamankan mereka, urusan telah selesai, namun tiba-tiba anak yang dipukul itu memanggil teman lainnya dan akhirnya terjadilah tawuran di batas antara Kelurahan Fitu dan Gambesi” kata Babali.

Foto (2) Dari kanan, Lurah Fitu, Kapolsek Ternate Selatan, dan Lurah Gambesi sedang  melakukan penyelesaian kekeluargaan atas tawuran yang terjadi

Sementara masalah sanksi hukum dan tata aturan secara prosedural Kapolsek Ternate Selatan mengatakan, “pihak yang melakukan hajatan akan terkena Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tetapi, kami mengambil sikap bersama kedua Lurah dan Camat untuk bersepakat agar tidak melanjutkan ke ranah Hukum sebagai catatan masalah ini akan terakhir, namun apabila hal ini terjadi kembali, maka kami akan tindak lanjuti,” tutupnya. (*)

Reporter : Risman Rais (Kru)

Editor : Fatir M.N

Baca Lainnya