WARTA

Selasa, 19 Maret 2019 - 18:44

5 bulan yang lalu

logo

Foto Bersama Komunitas Ruang Arsitektur. (Foto: Doc RUAS)

Perkenalkan, RUAS untuk Maluku Utara

Satu lagi wadah para komunitas lahir di Ternate, Maluku Utara, yang mereka sebut RUAS (Ruang Arsitek). Penggerak komunitas bukan hadir di ruang kosong, lebih dari itu, mereka menunjukan aksi nyata baru-baru ini.

Setelah Rapat Kerja Nasional Ikatan Arsitek Indonesia di Ternate, para arsitek muda Maluku Utara (Malut) bersama Andy Rahman, Arsitektur dari Surabaya-berdarah Maluku bersemangat membentuk RUAS, yang diresmikan pada pada 14 Maret 2019, di Cafe Kordinat Sudut, Benteng Oranje.

RUAS yang mengusung semangat kreatif dan innovatif ini, memastikan kelompok ini bukan organisasi formal dan tidak memiliki ketua atau pimpinan, untuk menjaga lembaga-lembaga resmi arsitek maka, RUAS hanyalah komunitas yang mandiri dan independent, tidak di bawah payung organisasi apapun.

Andy Rahman bilang, pentingnya komunitas arsitek, sebab dengan komunitas, arsitek muda lebih leluasa manyalurkan pendapat, pemikiran, dan gagasannya tentang arsitektur.

“Sebagai wadah untuk berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan untuk peningkatan kualitas kompetensi, arsitek jangan alergi dengan kritikan, arsitek haruslah kreatif dan inovatif serta bermasyarakat,” ujar Andy.

Shaifuddin Zuhri, Wakil Sekretaris Ikatan Arsitek Indonesia Maluku Utara (IAI-MU), yang juga salah satu perintis lahirnya komunitas RUAS beranggapan, kehadiran ruas untuk mengakomodir pikiran-pikiran arsitek muda yang selalu berjiwa kreatif dan innovatif.

Untuk itu, arsitek Malut membutuhkan suatu wadah yang lebih fleksibel dalam memainkan peran arsitektural, “Peningkatan kreatifitas arsitek sangat diperlukan dengan tujuan mengimbangi tantangan era kekinian yang cenderung jauh dari ruang-ruang formal,” Kata Shaifuddin.

Ketua IAI-MU, Ichsan Teng pada kesempatan yang lain membenarkan. Ichsan berpesan, bahwa arsitek harus keluar dari ruang-ruang studio, dari tumpukan-tumpukan kertas, dari ruang-ruang mimpi, dari kamar-kamar pikiran kepada realitasnya.

“Bahwa berkarya harus bersatu dalam kesepahaman dengn masyarakat. Sudah saatnya personal arsitek Malut menjadi pilar dan pagar bagi profesinya,” tegas Ichsan.

Risnawaty Ilham, salah satu arsitek muda yang bersemangat untuk membesarkan profesi arsitek di Malut mengatakan, kehadiran komunitas RUAS pun mendapat suport dari pimpinan dan dosen Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Unkhair pada saat silaturahmi yg dilakukan para perintis RUAS ke Prodi Arsitektur Unkhair beberapa waktu lalu.

Risnawaty berharap, RUAS dapat membantu meningkatkan pendidikan arsitektur terutama dengan cara melibatkan mahasiswa pada praktek arsitektur yang profesional dan diskusi tentang dunia arsitektur yang real tidak hanya teoritis.

Jika ingin belajar bagaimana seni untuk merealisasi imajinasi, maka kita belajar memahami bagaimana peran arsitek-merancang bangunan, membanguan keseluruhan lingkungan.

Pengirim: Komunitas RUAS.

 

Baca Lainnya