WARTA

Selasa, 19 Februari 2019 - 11:50

3 bulan yang lalu

logo

Pemkot Seriusi Baabullah Pahlawan Nasional

 

Pemerintah Kota Ternate mulai serius mengusulkan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini dipastikan dalam pertemuan perwakilan Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), bersama Walikota Ternate, Burhan Abdurahman, Senin 18 Februari 2019, di Kantor Walikota Ternate.

“Harapannya usulan pahlawan Baabullah ini bisa terealisasi di tahun ini. Untuk itu, saya minta agar TP2GD segera mengambil langkah sesuai ketentuan sehingga proses ini bisa bisa memenuhi target kita semua di tahun ini,” kata Burhan kepada perwakilan TP2GD, saat ditemui di ruangannya.

Burhan meminta agar rencana Forum Grup Discusion (FGD) yang digelar 27 Februari mendatang fokus membahas konten Seminar Nasional. Olehnya itu, Walikota juga mendesak kepada TP2GD untuk segera mempercepat koordinasi ke dinas terkait dan DPRD guna mempercepat tahapan-tahapan pengusulan yang sesuai dengan ketentuan.

“Saya berharap usulan ini berhasil. Karena selama ini usulan ini hanya sekadar wacana. Untuk itu, tim harus serius bekerja karena pemerintah support sepenuhnya,” ucapnya.

Sebelumnya, pada 2 Februari 2019, lalu TPG2D Baabulah Pahlawan Nasional, bersama dengan Inisiator pengusulan Baabullah, yakni Keluarga Malamo Tarnate (KARAMAT), telah melakukan koordinasi dengan Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

TP2GD juga telah meminta dukungan resmi kepada Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan dan Kesatuan TNI AD yang telah menggunakan nama Baabullah dalam sarana publik di daerah, seperti bandara Baabullah dan instansi vertikal Korem 152 Baabullah.

Secara terpisah, Presedium Pusat KARAMAT, Taufik Madjid mendesak agar Pemerintah Kota Ternate dan TP2GD mempercepat proses pengusulan Baabullah agar target jangka pendek di bulan April bisa tercapai. “Saya berharap di April nanti hasilnya bisa signifikan,” ucapnya.

Wakil Ketua TP2GD, Sahrony A. Hirto mengatakan, untuk memenuhi target jangka pendek setelah FGD, seminar Nasional dilaksanakan sebanyak dua kali yakni di Ternate pada 15 Maret 2019 dan di Jakarta pada 28 Maret 2019. “Jika semua berjalan sesuai rencana. Kami optimis target jangka pendek akan tercapai,” ucap Sahrony.

Sahrony menambahkan, dua seminar tersebut melibatkan ahli sejarah dan praktisi maupan lokal, seperti Prof Susanto, Ahli Sejarah dari Universitas Indonesia, Sejarwan Universitas Samratulangi Manado,  Dr Ronald Kembuan, Budayawan Reiner Emyot Ointoe. “Selain mereka, seminar ini juga melibatkan ahli sejarah dan partisi lokal dari perwakilan kampus-kampus di  Maluku Utara,” kata Sahrony.

Penulis : Firjal/Kru Jalamalut

Baca Lainnya