WARTA

Sabtu, 5 Januari 2019 - 21:23

8 bulan yang lalu

logo

Laga Sengit Walikota Cup, Ilham Udin Armayn Cs Sempat ‘Frustasi’

Laga Walikota Cup pada penyisihan Grup D, PS Kayoa melawan Bastiong Putra di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat, 04 Januari 2018  berlangsung sengit. Laga penyisihan Grup D itu dipimpin langsung wasit Faisal Abd Wahid.

Babak pertama kedua tim saling menyerang, hingga pada menit ke-18, Risval Lastori dijatuhkan Safrudin Ismail. Risval pun mengambil kesempatan menendang bola pelanggaran itu dengan jarak 17 meter dari luar kotak penalti. Penjaga Gawang PS Kayoa, Guntur Manan tidak mampu membaca arah bola yang dilepaskan Risval di kanan gawang sebelah selatan.

Gemuruh suporter di Tribun Utama membuat tensi permainan semakin tinggi. Meski begitu, laga tetap berjalan dengan tertib dan aman. Sedangkan di samping kiri Tribun Utama, terdengar musik soya-soya ditabuh, dukungan untuk PS Kayoa pun kian bergema.

Line up Bastiong Putra dan PS Kayoa diperkuat oleh beberapa pemain nasional dengan segudang pengalaman di Liga 1 dan Liga 2, di antaranya Risval Lastori dan Abdul Lestaluhu dari Bastiong Putra, sedangkan PS Kayoa diperkuat M Ary Selang dan Ilham Udin Armayn yang juga bertindak sebagai kapten tim.

Setelah tertinggal 0-1 oleh Bastiong Putra, PS Kayoa mulai bangkit menyerang. Jelang menit akhir, asisten wasit mengangkat papan sebagai tanda ada penambahan satu menit pertandingan. Kesempatan itu diambil Ilham Udin Armayn, mencoba memaksa masuk menerobos jantung pertahanan. Ilham mengecoh tiga pemain Bastiong Putra dan dihalau keras bek kanan Bastiong Putra. Wasit pun meniup peluit tanda pelanggaran.

Delan I Selang pemilik nomor punggung (17) itu mengambil tendangan bebas dan tidak membuang kesempatan dengan melepaskan tendangan keras. Penjaga gawang Bastiong Putra, Masri Ali tak mampu menahan lajunya bola membuat skor menjadi imbang 1-1. Perayaan gol itu diikuti peluit panjang pertanda babak pertama usai.

Babak kedua menit ke-15 terlihat PS Kayoa mulai mendominasi jalannya permainan. Pelatih Idham Krois menggantikan Adi Husen (8) dengan pemain muda Burhan Zainuddin (13). Permainan PS Kayoa semakin agresif. Terbukti pada menit ke-58 Burhan Zainuddin memberi umpan terobosan setelah bekerjasama dengan M Ary Selang (17).

Burhan, pemain kelahiran Pulau Lelei itu, berlari cepat meninggalkan pemain belakang Bastiong Putra, kemudian memberikan umpan terobosan kepada Ilham Udin Armayn. Dengan dingin, Ilham melesakan bola di bawah kolong penjaga gawang Bastiong Putra dan skor berubah menjadi 2-1.

Dukungan suporter PS Kayoa di Tribun Utama kian bergemuruh. Bastiong Putra mengambil kesempatan melalui serangan balik dan akhirnya pada menit ke-78 pemain PS Kayoa, Safrudin Ismail (6) menjatuhkan Erwin Yusuf (4) di sudut kanan gawang selatan. Erwin Yusuf mengambil kesempatan itu dan mengeksekusi tendangan bebas. Tendangan tersebut mengenai pemain PS Kayoa M F Maldini Krois (12) dan membuat Guntur harus kembali memungut bola di gawangnya. Skor menjadi 2-2 hingga peluit panjang babak kedua berakhir.

Meski berakhir imbang, Manajer PS Kayoa, Rahmi Husen, mengaku tetap optimis untuk terjun ke laga selanjutnya. “Dengan modal satu poin ini, kami tetap optimis pada laga selanjutnya melawan PS Anaser, Jumat depan. PS Kayoa tidak pernah gentar sama sekali dengan lawan-lawan yang dihadapinya,” tegas Rahmi, usai pertandingan. (*)

 

Penulis: Risman Rais/Kru Jalamalut

 

 

Baca Lainnya