TELAAH

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:00

2 bulan yang lalu

logo

Kolaborasi: Menuju Ternate Kota Kreatif

Oleh: Rizal Marsaoly*

Tidak lama lagi, Ternate akan menjadi tuan rumah Festival Kota Kreatif atau Indonesian Creative Cities Festival (ICCF) 2019 dengan tajuk “Tara La Noate” pada 2-7 September 2019.

Sebelumnya, ICCF ini sukses digelar di beberapa kota Besar: di Bandung pada tahun 2014, di Solo pada tahun 2015, di Malang pada tahun 2016, di Makassar pada tahun 2017, dan di Yogyakarta pada tahun 2018.

Bisa disebut, ini adalah tantangan serta peluang bagi kita, orang Maluku Utara, khususnya Ternate. Dengan begitu, kita semua dituntut kreatif, baik dalam pengelolaan pemerintahan, maupun mengelola komunitas.

‘Mengapa Harus Kreatif?’ pertanyaan ini harus dijawab dengan tindakan: Berani berinovasi, konsisten, dan, fokus menjadi kunci suksesnya pengembangan kota kreatif yang diyakini akan makin mengembangkan perekonomian daerah.

Ekonomi dan industri kreatif bisa berjalan dengan baik dan maksimal bila pihak-pihak terkait—Academics, Bussiness, community, Government, dan media sudah duduk bersama untuk bersinergi dan berkolaborasi.

Memang, tidak sedikit tantangan dalam menghadirkan kota kreatif yang selayaknya dapat meningkatkan akselerasi pertumbuhan kreatifitas.

Kita ambil contoh beberapa Kota-kota di Indonesia dengan jaringan yang luas telah memanfaatkan kreatifitas, tidak sebatas memproduksi produk atau jasa kreatif, tetapi juga membangun kolaborasi dan sinergi dalam penyediaan alternatif solusi untuk menyelesaikan permasalahan perkotaan.

Olehnya itu, pengembangan Kota Kreatif merupakan salah satu strategi untuk menggerakan perekonomian Kota Ternate. Kota Kreatif berperan untuk mendukung ekosistem kondusif dalam pengembangan ekonomi kreatif. Untuk itu, pengembangan Kota Kreatif haruslah dilakukan secara bersama-sama dan sinergi oleh lintas pemangku kepentingan yang melibatkan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, komunitas kreatif sebagai representasi masyarakat, akademisi, dan para pelaku usaha.

Kunci utama pengembangan Kota Kreatif adalah keterlibatan lintas pelaku, yaitu pemerintah, komunitas, akademisi dan pelaku usaha (quadruple-helix) dalam berbagi tugas dan peran, sehingga menghasilkan upaya yang kolaboratif dan sinergis dalam penumbuhkembangan dan pemanfaatan kreativitas dan inovasi.

Konsep Kota Kreatif di Indonesia yang sekarang ini sedang dikembangkan oleh BEKRAF melalui Indonesia Creative Cities Network (ICCN), telah berhasil membina dan memandirikan sejumlah komunitas kreatif di Indonesia. Dan Jaringan Komunitas Ternate (JARKOT) sebagai wadah bersama di Ternate telah menjadi bagian dari ICCN sejak berdiri pada tahun 2016 di Ternate dan bermarkas di Benteng FORT ORANJE Ternate.

Pengembangan Kota Kreatif diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program dan branding sesaat, tetapi dapat menjadi jembatan menuju pengembangan dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Kota Kreatif yang berbasis pada potensi lokal sebagai keunggulan dan identitas daerah perlu didorong untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan bagi daerah (hinterland) sekitarnya.

Selain itu, sebuah Kota Kreatif juga harus dapat membangun ekosistem yang kondusif bagi pengembangan inovasi di daerah.

Kiranya, akselerasi pengembangan Kota Kreatif tak hanya terfokus pada satu daerah, lebih dari itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi bersama sehingga masing-masing daerah mampu memetakan dengan jelas basis yang menjadi keunggulannya dan dapat menentukan langkah strategis dan prioritas program yang ideal sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi dan daya saing di daerah.

Wujud akselerasi yang sangat penting dan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate untuk komitmen pengembangan Ternate sebagai Kota Kreatif adalah dengan adanya ruang diskusi dan ekspresi bagi para komunitas. Konsep acara Bacarita Kreatif (Barancang Aspirasi Komunitas Kreatif).

Bacarita Kreatif atau Musrenbang Ala Komunitas adalah instrumen untuk menggali potensi ide dan gagasan kreatif para komunitas kreatif dengan wadah bersama yang disebut JARKOT, untuk melahirkan sejumlah program dan kegiatan kreatif.

Bacarita kreatif ini akan menjadi sebuah benang merah yang merangkai semua potensi kreatif yang dimiliki oleh masing masing komunitas kreatif.

Meski begitu, kita mengakui, ini adalah hal baru dan menjadi langkah awal menuju ternate kota kreatif. Namun, musrenbang dapat menjadi pintu masuk berkolaborasi dengan pemerintah Kota Ternate dengan OPD nya, memecahkan maslaah bersama, mengembangkan potensi unggulan subsektor kreatif sebagai konten utama menuju ternate kota kreatif.

Saya tak bisa pungkiri, kehadiran berbagai komunitas dan JARKOT, yang tergabung dari berbagai macam penggerak komunitas sebagai pencetus gagasan ini, telah mendapat dukungan dan sambutan baik dari Bapak Walikota Ternate Dr. H. Burhan Abdurahman, SH, MM.

Saya yakin, kita semua punya satu tujuan yang sama: Ternate harus bisa maju seperti dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Olehnya itu, kratifitas juga spirit harus lebih dipacu dari pelibatan seluruh pemangku kepentingan. Untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengakselerasi tren positif dalam pelayanan dan manajemen pengelolaan kota.

Kita harus berani membuat sebuah terobosan. Hal ini diperlukan agar kota dapat berkembang sebagai penyedia layanan terpadu yang didukung oleh kualitas standar infrastruktur yang memadai.

Selanjutnya, dengan semangat kreatif yang tinggi, mari bersama kita Sukseskan penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), di Kota Ternate 2-7 September 2019, salam KREATIF.

In Syaa Allah bersama ICCN, JARKOT dan Komunitas Kreatif lainnya, serta Organinasi Perangkat Daerah OPD, mari kita wujudkan Ternate Kota Kreatif, Torang BISA..!!

* Penulis adalah Pembina Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) dan Kepala Disperkim Kota Ternate.

Baca Lainnya