JEJAK

Sabtu, 6 Juli 2019 - 12:55

2 bulan yang lalu

logo

Reza, Enol, dan Fajar. Foto: Istimewa

Kolaborasi Ciptakan Lagu Ternate Kotaku

Matahari sudah mulai turun. Saat itu, Kamis (4/7), saya bertemu tiga musisi di Studio Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ternate, di Ternate Tengah, Ternate, Maluku Utara.

Mereka adalah, Enol, Reza, dan Fajar, sebagian Personil yang menciptakan lagu Ternate Kotaku, persembahan untuk event akbar, Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), yang akan diselenggarakan pada 2 sampai 7 September 2019 mendatang di Kota Ternate.

Beberapa alat studio terlihat masih disegel. Ada sebuah panggung untuk diskusi di tengah ruang berukuran sekira 5×6 itu. Di sudut kiri ruang itu, ada room recording.

“Alhamdulillah, Kepala Dinas Diskomsandi sangat mendukung kreativitas teman-teman komunitas. Apalagi untuk musisi di Ternate,” ungkap Enol, salah satu ASN di Diskomsandi, juga aktif di komunitas Sibabelule, yang konsen ke musik blues.

Enol bilang, saat ini, di Kota Ternate, masih sulit menemui studio rekaman. Beruntung,  Kepala Diskomsandi Kota Ternate Thamrin Marsaoly mendukung teman-teman melahirkan karya-karya musik. Salah satunya adalah lagu Ternate Kotaku.

Lirik Ternate Kotaku

Saat ini, mereka lagi menata ruang studio Diskomsandi, menyusun jadwal diskusi komunitas, dan pengembangan informasi Kota Ternate di studio tersebut.

Saya pun bercerita dengan Reza,  gitaris di JAM BAND, yang juga seorang ASN  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ternate. Reza adalah kaka dari Fajar Feroni, musisi yang naik daun tahun kemarin, saat membawa album solo yang berjudul Drama Korea. Kakak beradik ini lahir dari keluarga musisi di Ternate. Fajar sendiri dipercaya menjadi vokalis dalam lagu Ternate Kotaku.

“Sejak SMP, saya sudah mulai main gitar,” ungkap Reza, lelaki kelahiran Ternate, 13 Maret 1986. Sedangkan Enol, lelaki kelahiran Patani, Halmahera Tengah itu, mengaku awalnya bermain jug alat musik tradisional seperti ukulele. “Saya main jug sejak usia masih SMP,” katanya.

Sedangkan Kokomayer, mempuanyi kemampuan sebagai music arranger. Keahliannya pun dipakai di Diskomsandi Kota Ternate. Kokomayer banyak dikenal orang sebagai selebgram.

Enol, yang juga menciptakan lirik lagu Ternate Kotaku bilang, awalnya, dia dihubungi salah satu pengurus Jaringan Komunitas Kota Ternate (JARKOT), selaku panitia ICCF 2019, untuk membuat theme song ICCF 2019 yang bertemakan ”Tara La Noate” yang artinya, Turun pikat, untuk mereangkum semuanya.

“saya kemudian menghubungi teman-teman. Mereka semangat membuat karya, persembahan untuk Ternate,” katanya. Lagu ini pun lahir di Studio Diskomsandi Kota Ternate.

Ide dasar menulis bait-bait lirik itu, karena melihat keindahan alam Maluku Utara, Khusunya Ternate, sosial budayanya, hingga sejarah.

“Ternate itu dikenal dengan sejarah panjangnya tentang rempah. Selain itu, tentang komunitasnya yang makin bersatu. Sebab, di sini lahirnya toleransi,” ungkap Enol.

Saat ini, personil yang memainkan lagu Ternate Kotaku ada sekira tujuh orang yang berkolaborasi yakni Fajar (Vocal), Reza (Gitaris), Irvan (Bass), Kiwe (Synth dan Keybord), Dhana (Drum), Koko Mayer (Music Director), juga Enol.

Faris Bobero

Baca Lainnya