WARTA

Rabu, 7 Agustus 2019 - 18:46

2 minggu yang lalu

logo

Fort Oranje, menjadi pusat aktivitas komunitas di Ternate

ICCF 2019 di Ternate, Upaya Membangun Jejaring Antar Daerah

Festival Kota Kreatif terbesar di Indonesia atau Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019 bakal digelar di Kota Ternate, Maluku Utara pada 2 sampai 7 September 2019 mendatang. Artinya, sisa 27 hari lagi.

ICCF sendiri, telah mencapai tahun ke-5 penyelenggaraannya. Tidak sekadar seremoni, lebih dari itu, ada upaya-jejaring kabupaten/kota seluruh Indonesia, serta menciptakan kerja sama yang terus berlanjut: mengembangkan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.

Salah satu acara dalam rangkaian festival ini adalah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), yang digelar di Hotel Grand Dafam Bela Ternate pada 4-5 September 2019. Dalam konferensi bergengsi ini, akan hadir sejumlah pembicara yang telah dikenal sepak terjang dan prestasinya dalam memajukan industri kreatif Indonesia.

 

Nama-nama besar seperti Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Erick Thohir (Chairman of Mahaka Group), Martin Hartono (CEO of GDP Venture), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), dan Wishnutama (President Commissioner of NET Mediatama) akan hadir memberikan materi yang dapat menginspirasi. Selain itu, sejumlah Bupati, Wali Kota, dan komunitas kreatif pun akan mengisi panel mengenai pengembangan industri kreatif di daerahnya.

Fiki Satari, selaku Ketua Umum ICCN mengatakan, dalam konferensi ini juga akan tersedia workshop dan ruang konsultasi yang dapat dimanfaatkan kepala daerah serta jajaran pemerintah kabupaten/kota untuk berdiskusi demi menciptakan kabupaten/kota kreatif.

“Setiap kota memiliki potensi dan masalah yang unik, serta membutuhkan solusi yang tepat guna. ICCN telah memetakan formula yang dapat diaplikasikan sebagai solusi untuk pembangunan kabupaten/kota yang berorientasi pada kreativitas lokal. Formula tersebut terdiri dari 11 program yang solutif, dan disebut sebagai ‘Catha Ekadaksa’,” ungkap Fiki, Rabu, 7 Agustus 2019.

Sebelas program yang didasari oleh pemikiran solutif ini diyakini, untuk menjawab tantangan atau permasalahan keseharian dari kota; mulai dari peningkatan PDRB, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, sampai memunculkan kompetensi dan diferensiasi dari kota-kota di Indonesia.

“Fungsi penerapan Catha Ekadaksa juga sudah diselaraskan dengan The New Urban Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang merupakan konsensus global. Kabupaten/Kota kreatif adalah masa depan Indonesia,” kata Fiki.

Konsultasi mengenai 11 Program Kabupaten/Kota Kreatif ini akan tersedia selama konferensi ICCC berlangsung.
Selain itu, Fiki juga menjelaskan tentang ICCN, sebagai simpul jejaring kabupaten/kota kreatif se-Indonesia. Inisiasinya dimulai ketika “10 Prinsip Kota Kreatif” dideklarasikan di Kota Bandung bersama penyelenggaraan Creative Cities Conference pada 26-27 April 2015. ICCN lalu dibentuk bertepatan dengan kegiatan Indonesia Creative Cities Conference yang pertama pada 22-25 Oktober 2015 di Kota Solo. Saat ini telah ada lebih dari 200 kabupaten/kota yang tergabung dalam ICCN.

“ICCF 2019 digagas oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) sebagai tuan rumah, didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Pemerintah Kota Ternate, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Tema besarnya adalah ‘Tara La No Ate’, dalam bahasa daerah Ternate, yang dapat diartikan menjadi ‘turun ke bawah, pikat dan rangkul’. ICCF 2019 akan diisi dengan acara-acara berkelas yang dapat menjadi ruang menciptakan kerja sama lintas stakeholders dalam mengembangkan Kabupaten/Kota Kreatif,” tutur Zandry Aldrin, Ketua Jarkot.

Selain konferensi tersebut, pada ICCF 2019 akan ada pula serangkaian acara yang menarik lainnya seperti Karnaval Budaya (2 September), Festival Banteng Oranje (2-7 September), Jejak Sejarah Wilayah Wallacea (2-7 September), Spice Tour (3 September), ICCC (4-5 September), Kololi Kie (6 September), dan ConferenSEA/Kongres ICCN (7 September).

“Penyelenggaraan ICCF 2019 di Ternate sekaligus menjadi suatu wujud penting perayaan telah 400 tahun VOC pergi dari tanah Maluku. Oleh karena itu, kami mengundang seluruh elemen komunitas kreatif, akademisi, dan pemerintah daerah seluruh Indonesia untuk hadir di ICCF 2019, sambil menikmati keindahan alam serta potensi unggulan Ternate, juga pada umumnya Maluku Utara,” Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman mengajak seluruh masyarakat Indonesia turut menjadi bagian dari festival bersejarah ini, Indonesia Creative Cities Festival 2019 di Ternate. (**)

 

Baca Lainnya