WARTA

Selasa, 5 Februari 2019 - 22:49

5 bulan yang lalu

logo

Demi Nuryatmi, Tak Ada Petang Untuk Hari Ini

Nama Nuryatmi kian viral usai diketahui menderita sakit berat tanpa sepengetahuan warga. Supriyanto, bahkan mengaku menyesal tak terbuka soal masalah ini. Sartika akhirnya tampil menjadi pemantik, menyulutkan perjuangan pihak keluarga mendapatkan bantuan. Tak terkecuali PMII yang juga ikut turun ke jalan, membuka aksi sosial perdana di Ternate, sembari menunggu respon pemerintah soal nasib Nuryatmi yang kian memprihatinkan.

TERNATE – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate yang tergabung dalam koalisasi PMII Komisariat se Ternate Selatan melakukan aksi penggalangan dana bagi Pasien kurang mampu Ibu Nuryatmi sejak pkl.15.00 WITA, sore tadi.

Ibu Nuryatmi sendiri merupakan perempuan asal warga desa Bale, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan yang merupakan penderita dugaan tumor ganas di mata kanannya.

Awal viral 

Awal kisah kala pihak Kepemudaan Bale merespon  kondisi Nuryatmi yang kian memberat, Sartika, seorang perempuan asal Bale yang juga seorang bidan yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Payahe, Kota Tidore Kepulauan pun andil dalam viralitas Nuryatmi di media sosial.

Dari Sartika lah, dokumentasi soal nasib Nuryatmi akhirnya terbuka jelas ke mata warga netizen Maluku Utara. Sartika mengunggah foto terakhir Nuryatmi yang memilukan warga netizen. Banjir komentar dan perhatian pun bermunculan.

Menurut Hidayat, salah satu warga yang turut mengawal Nuryatmi di Rumah Sakit Ternate kini, mengatakan, tak sulit bagi Sartika mengkonsolidasikan rekan-rekan PMII sebab Sartika juga merupakan almamater organisasi mahasiswa Islam besar di Indonesia yang lahir pada tanggal 17 April 1960 itu.

“Kebetulan dia juga dulu mahasiswi PMII, jadi mudah mengkosolidasikannya ke rekan PMII lainnya, info ini pun diketahui cepat oleh teman-teman PMII di Tidore dan akhirnya dikawal hingga ke Ternate” tandasnya

Rela Menggalang dana di malam hari

Usai pihak Kepemudaan Desa Bale berhasil berkordinasi dengan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Talagamori, pihak Keluarga akhirnya rela menyetujui untuk Nuryatmi dirujuk ke RSUD Ternate.

Menurut sang suami, Supriyanto, proses evakuasi Nuryatmi ke Ternate menempuh berbagai rintangan, baik mulai dari upaya pengumpulan dana, hingga persiapan dan pelaksanaan keberangkatan, beruntung pihak kepemudaan Desa Bale turut serta dalam bantuan materil.

“Kami dibantu pihak kepemudaan Bale dalam proses penggalangan dana, dari hasil itu. Kami bersyukur dapat menggunakannya hingga proses evakuasi ke Ternate” ujar Supriyanto.

Ketua Pemuda Bale, Sumitro Jafar membenarkan usaha itu mengatakan usaha penggalangan dana masyarakat digencarkan para pemuda-pemuda Bale beberapa hari lalu di Payahe, bahkan gelaran itu dilakukan di malam hari.

“Penggalangan dana diputuskan digelar di Pasar Payahe pada malam hari, dimana suasana pasar begitu ramai. Alhamdulillah respon warga sangat baik, dari total penggalangan dana, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar 5 juta rupiah. Anggaran itulah yang kami gunakan dalam pengurusan pasien ke Ternate” tandas Sumitro

Tiba di RSU Ternate dan dikonsul ke dokter Bedah

Evakuasi Nuryatmi melalui jalur darat dan laut. Lewat darat, Nuryatmi dibantu PKM Talagamori menggunakan mobil Ambulans. Usai tiba di Sofifi, Ambulans akan menumpangi Kapal Ferry untuk bertolak ke Ternate.

“Dengan Ambulans Talagomori, kami bertolak pagi dan menyeberang laut dengan Ferry dari Sofifi Pkl 11.00 WITA. Usai ambulans tiba di Ternate kami langsung menuju RSUD dan diterima telah di Unit Gawat Darurat (UGD)” ungkap Supriyanto, sang suami.

Dr. Saiful, dokter yang menerima Nuryatmi di UGD mengungkapkan Nuryatmi telah diterima dan di konsul ke bagian Bedah untuk diintervensi.

“Beliau tiba sore tadi, kami arahkan untuk konsul bagian Bedah. Dan sementara ini pasien sudah kami kirim ke ruang rawat inap bangsal Bedah untuk diperiksa oleh dokter Bedah nantinya” ujar dr.Saiful

Sempat dikunjungi ormas kemanusiaan

Sebelum berangkat, Nuryatmi sempat dikunjungi salah satu ormas kemanusiaan Maluku Utara, namun bukan sebatas memberikan bantuan materil melainkan pendataan semata, yakni dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Ternate.

Fahria Abbas, salah satu relawan MRI Ternate yang dikonfirmasi piha redaksi membenarkan kunjungan itu. Menurutnya, kedatangan MRI di sana hanya sebatas Assesment, hal itu dilakukan untuk mendata kondisi pasien guna diarahkan agar mendapat bantuan mitra finansial dari banyak pihak.

“Usai Viral, kami dari MRI berjumlah 4 orang berangkat ke Bale untuk memastikan kondisi beliau. Kami juga sudah membuka rekening untuk galangan dana ke pihak pasien yang sudah kami sosialisasikan di web kami relawan.id.” ujar Fahria.

PMII ; “Tak cukup berdiam diri”

Usai mendapat pencerahan dari pihak Kepemudaan Bale, dan pihak PMII, Supriyono akhirnya legowo untuk istrinya dievakuasi ke Ternate agar mendapatkan perawatan intensif di RSUD Chasan Boesoeiri.

Usaha pihak PMII untuk nasib Nuryatmi tak sampai di situ. PMII memutuskan untuk turun ke jalan menggelar aksi galangan dana yang dimulai sore tadi hingga malam hari.

Foto. Para aktifis PMII menggalang dana bagi perawatan PMII

Bertempat aksi di depan eks Kantor Gubernur, bermodalkan kardus sumbangan dan toa, nada kemanusiaan pun menggelegar di tepi jalan Landmark Kota Ternate.

Ditemani 5 orang relawan aktifis PMII yang rela berdiri menanti kepeduliaan warga kendara yang menyisihkan rezeki, mereka tetap antusias menggelar penggalangan dana. Taufik salah satu kordinator aksi yang turut berorasi pun lugas menyampaikan kondisi dan kebutuhan Nuryatmi bagi tiap warga pengendara yang melintas.

“Ini murni gerakan kemanusiaan. Kegiatan ini sekaligus merupakan kegiatan tanggung jawab kami selaku mahasiswa yang merupakan panggilan moril, serta fungsi kami sebagai agen sosial atas kasus ini” Ujar Taufik A. Rahman, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Khairun yang menjabat sebagai kordinator aksi pada saat diwawancarai.

Berjuang Hingga mentari tenggelam

PMII memastikan gelaran penggalangan dana akan terus dilakukan hingga proses pemulihan pasien Nuryatmi. Entah siang dan malam, bantuan akan digalang dan dialokasikan langsung ke pihak keluarga Nuryatmi.

“Direncanakan aksi ini akan kami lanjutkan hingga malam hari, tak ada malam untuk hari ini, meski demikian pada akhir aksi nanti malam, bantuan akan kami berikan langsung ke pihak keluarga pasien di Rumah Sakit ” tegas Taufik.

Taufik menambahkan kasus Nuryatmi adalah salah satu contoh ujian kepedulian masyarakat terhadap persoalan kesehatan, dan kiranya harus mendapat dukungan segala pihak.

“Masalah kesehatan merupakan masalah urgen di Maluku Utara, minimal ada respon dari pihak Rumah Sakit dan Pemerintah agar dapat meringankan biaya Ibu Nuryatmi” tandas Taufik.

Foto. Foto Nuryatmi menghiasi kardus donasi yang digalang aktifis PMII

Menunggu respon pemerintah

Hidayat, salah satu relawan dari pihak PMII mengatakan Pemerintah desa hingga Kota Tidore Kepulauan telah mendengar dan akan merespon kasus yang menimpa Nuryatmi.

“Alhamdulillah kepala desa Bale ikut andil dalam proses galangan dana dan evakuasi tadi. Beliau baru saja menjenguknya, sedang pihak Pemerintah Kota sudah merespon dan sedang memproses keinginan kami untuk meringankan usaha pasien” ujar mantan aktifis PMII Makassar tersebut.

Hingga berita ini dirilis, Nuryatmi kini dirawat di RSUD Chasan Boesoeiri tepatnya di bangsal Bedah kamar nomor 3 dengan mendapat perawatan intensif oleh dokter Bedah di sana usai ditanganinya di Unit Gawat Darurat (UGD). (*)

Penulis : Fatir M.Natsir / Kru Jalamalut

Baca Lainnya