WARTA

Senin, 4 Februari 2019 - 21:35

2 bulan yang lalu

logo

Alang-alang Serobot Jalan, Nyawa Pengunjung Terancam

Bahu jalan yang menjadi akses utama menuju spot Wisata Danau Laguna di kelurahan Fitu, Kecamatan kota Ternate Selatan, mulai ditutupi alang-alang. Lebatnya alang-alang telah mengancam keselamatan pengunjung.

“Beberapa waktu lalu, ada pengendara motor yang jatuh hingga ke tersingkir disamping jalan menuju tempat wisata Danau Laguna Puncak. Kecelakaan itu terjadi karena pengaruh bahu jalan yang dipenuhi dengan alang-alang tidak dibersihkan, karena biasanya hari libur pengunjung di danau Laguna Puncak melonjak padat,” ucap Ajid Kasim pengelola spot Wisata Puncak Laguna, Sabtu 2 Februari 2018, di Puncak Ngade kelurahan Fitu, Ternate.

Tempat wisata danau Laguna fitu puncak, yang berada tepat di Rt 08 Rw 05 kelurahan Fitu ini telah menjadi primadona masyarakat kota Ternate maupun luar kota Ternate dengan unggahan di media sosial.

Dalam pantauan jalamalut, separuh dari bahu jalan sisi kiri dan kanan sepanjang kurang lebih 200 meter diokupasi oleh alang-alang setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, jarak pandang pengendara terganggu karena jalan tersebut menyempit kurang dari 3 meter.

“Sudah sekitar 10-15 pengendara motor jatuh di areal tersebut,” ucap Ajid.

Pemerintah kota Ternate dalam hal ini dinas PUPR perlu melihat kondisi bahu jalan yang ada, karena tempat wisata Laguna Puncak cukup terjal.

Seminggu lalu, tambah Ajid, seorang pengendara motor perempuanĀ  menabrak tembok diluar, hingga tembok yang cukup keras itu berlubang. “Pengaruh yang paling fatal itu karena bahu jalan terlalu dipenuhi dengan alang-alang,” kata Ajid dengan kesal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Ternate, Risval Tribudiyanto mengaku, pihaknya rutin melakukan pembersihan setiap bulan. Namun, karena terbatasnya pekerja lapangan membuat jalan tersebut tidak tertangani dengan baik dalam 1 bulan terakhir.

Meski begitu, pihak PUPR berupaya segera menangani masalah tersebut sebelum memamakan banyak korban.
“Kami agak kewalahan karena pekerja terbatas. Apalagi alang-alang yang cepat tumbuh di musim hujan,” ucap Risval

Penulis : Risman Rais

Baca Lainnya