Tenun Puta Dino Kayangan Akan Hiasi Sail Tidore

Tenun Puta Dino Kayangan, asal Tidore Kepulauan, bakal menghiasi event Sail Tidore pada September 2022 nanti. Salah satu kerajinan tangan orang Maluku Utara ini diharapkan dapat dikenalkan kepada khalayak luas.

Salah satu pegiat Puta Dino, Wani, mengatakan bahwa saat ini tenun Tidore terus melakukan produksi untuk meningkatkan penjualan.

Ia bilang, dengan adanya momentum Sail Tidore, akan menjadi kesempatan untuk memperluas pendistribusian salah satu tenun khas Maluku Utara tersebut.

“Tenun Tidore sejauh ini memang masih terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan minat anak muda yang tertarik menenun. Ini menjadi tanggung jawab kami, berupaya memberikan edukasi (kepada mereka),’’ kata Wani, pada Senin 28 Februari 2022.

Seperti produk dan kerajinan lainnya, Wani mengatakan bahwa Tenun Puta Dino akan menyiapkan home stay untuk menyambut tamu yang ingin menikmati perayaan Sail Tidore.

“Sudah kami sediakan kamar. Namun itu hanya tambahan untuk mempromosikan kain tenun. Jadi untuk ke depan dalam menyambut Sail Tidore tentu kesiapan itu sudah kami upayakan semaksimal mungkin, agar para tamu yang datang juga merasa nyaman di sini,” ucap Wani.

Ia menjelaskan, rumah tenun di Tidore yang dikelola pihaknya sendiri terbagi beberapa space. Lantai satu tempat produksi tenun, lantai dua tempat toko penjualan hasil kain tenun dan karya-karya UKM lainnya.

“Maka dari itu setiap hari saya dan teman-teman lainnya terus menenun untuk menghasilkan produk tenun Puta Dino sesuai dengan motif-motif yang sudah kami buat,” lanjut Wani.

Rumah tenun tenpat produksi Wani dan rekan-rekannya tak hanya dikunjungi orang lokal Maluku Utara, tetapi juga orang dari luar negeri.

Kendati mengaku kewalahan meningkatkan produksi, semangat mereka selalu terjaga untuk menghasilkan lebih banyak lagi produksi. Wani pun berharap dengan adanya Sail Tidore akan semakin menguatkan nama Puta Dino ke publik.

“Karena sejauh ini tenun Tidore terus membangun jejaring siapa saja yang punya kecintaan terhadap kain tenun. Baru-baru ini Puta Dino sudah tampil di New York dan itu kebanggaan kami semua,” bilangnya.

“Setelah dari New York, akan juga ke Afrika Selatan, kemudian juga ada kerja sama dengan Australia, dan itu berkat Ibu Anita Gathmir dan Bank Indonesia, sebagai penggagas awal lahirnya Puta Dino,” tambah dia.

“Kebanggaan itu tentu didukung dengan SDM. Saat ini kami masih kekurangan tenaga produksi. Makanya setiap hari kami selalu melakukan informasi perekrutan melalui media sosial untuk siap saja yang punya ketertarikan untuk menenun,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post LesbianPersonals Evaluation in March 2020: Functions, Benefits, Disadvantages
Next post Siagakan Tempat Sampah Menuju Sail Tidore