Togal-Rap, Elaborasi Musik Etnik Maluku Utara

Bagi orang Maluku Utara, alunan musik togal memiliki nilai filosofis tersendiri. Togal dianggap sebagai tembang yang dapat menyatukan masyarakat. Lantas, bagaimana jika musik tradisional ini diaransemen ulang dengan gaya hiphop?

Salah satu musik etnik dengan judul Togal Modern yang diprakarsai Sais A. Hanan, sekitar tahun 2006-2007, diaransemen ulang oleh orang-orang muda Maluku Utara yang tergabung dalam RAPublik North Maluku, komunitas musik rap di Maluku Utara.

Kumpulan orang muda ini menggabungkan dua genre musik, yakni musik togal yang diaransemen ulang dengan gaya rap atau musik beraliran hiphop. Istilah jenis musik ini adalah To-Rap (Togal dan Rap).

Bredhicx Poitz (nama panggung), yang merupakan produser lagu To-Rap memberi sajian musik dengan nuansa kedaerahan. To-Rap dieksekusi oleh tiga rapper RAPublik North Maluku, mereka ialah Erapusa, Banext S.R, dan Rass Tjan.

“Secara keseluruhan, awal hingga akhir produksi musik-video To-Rap tidak terlepas dari campur tangan pelaku kreatif RAPublik North Maluku,” ujar Faisal Djafar, salah satu inisiator Togal-Rap, kepada jalamalut, Rabu (29/9).

Music video To-RAP yang dirilis, didirect langsung oleh Farid Egall dan Otaknol, dibantu teman-teman hebat dalam proses syuting hingga tahap editing.

Azwari dan Tarafarek sebagai DOP dan Asdialy mengambil bagian editing. Dari gabungan tangan-tangan kreatif ini, terciptalah musik video dengan nuansa modern tetapi juga dibalut dengan budaya sebagai suatu kesatuan dalam musik video To-RAP.

Sekarang, lagu To-Rap dapat disaksikan di kanal Youtube BTW PRO.

Dua perempuan penari togal dalam clip lagu To-Rap. Foto: Istimewa

Bagi orang Maluku Utara, terutama masyarakat di Pulau Makian, Halmahera Selatan, musik togal memiliki nilai filosofis tersendiri. Togal dianggap sebagai tembang yang dapat menyatukan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, musik tersebut diiringi gerak tarian dan alat musik tradisional yang dilantunkan penuh makna. Togal juga dibumbui kata-kata bijak berupa pepatah-petitih yang biasanya dilantunkan oleh orang-orang tua.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa musik togal berasal dari Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Alat musik tradisional yang dimainkan untuk lagu togal biasanya terdiri dari fiol, tifa, serta gambus.

“Ini dilakukan sebagai ajakan serta pesan untuk kalangan anak muda agar menjaga dan melestarikan kearifan lokal Maluku Utara,” tambah Faisal.

Menurutnya, melestarikan budaya dengan cara apa pun, telah memberikan sumbangsih berharga terhadap musik dan budaya pada suatu daerah.

Orang muda RAPublik North Maluku dalam musik-video ToRap. Foto: Istimewa.

Sejak berdiri pada tahun 2017, RAPublik North Maluku telah merintis banyak lagu dengan beragam tema dan konsep yang dikemas secara kreatif.

Musik rap sendiri merupakan bagian dari elemen budaya hiphop yang tumbuh pertama kali di Afro-America dan Latin-America, sekitar tahun 1970-an, dengan menggunakan teknik vokal—berkata-kata dengan cepat.

Biasanya, cara main musik rap diiringi DJ atau sebuah band. Semenjak berkembang di masa sekarang, lagu rap telah memiliki koneksi dengan selera musik masa kini dan digandrungi anak muda.

“Kalau bukan torang (kita), siapa lagi? Kalo bukan sekarang, kapan Lagi?” pungkas Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Film Pertama yang Mengangkat Cerita Wartawan di Maluku Utara
Next post Belajar Literasi di Kedai Bersejarah Kota Tidore