WARTA

Minggu, 1 Maret 2020 - 21:25

1 bulan yang lalu

logo

Panitia dan tamu Festival Sastra Banggai 2019 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Tahun 2020, Festival Sastra Banggai akan digelar kembali di tempat yang sama. Foto: Panitia Festival Sastra Banggai 2019

Festival Sastra Banggai Akan Kembali Digelar

Festival Sastra Banggai tahun 2020 akan kembali digelar. Perayaan literasi yang bakal dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong ini mengangkat tema bahasa.

Direktur Festival Sastra Banggai, Ama Achmad melalui siaran pers yang diterima jalamalut, mengatakan, kegiatan ini akan diawali dengan pameran buku pada 21 Juni hingga 27 Juni, lalu dilanjutkan dengan puncak kegiatan pada 28 Juni hingga 30 Juni tahun 2020.

“Durasi dari pra acara sampe selesai jadi 10 hari,” tuturnya, Minggu (23/2).

Ama bilang, pasar buku mini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bacaan lebih dekat. Dua bulan sebelum Festival Sastra Banggai, buku-buku akan didatangkan dari Jogjakarta.

“Orang Luwuk suka baca, tapi akses buku sulit di Luwuk. Saya pembaca buku dan setiap kali beli buku harus titip ke teman atau pesan dengan ongkos kirim yang lebih mahal dari harga buku,” tuturnya.

Selain itu, panitia juga membuka peluang bagi usaha mikro kecil dan menengah untuk memasarkan produknya di lokasi festival. “Kami juga berupaya merangkul UMKM di Luwuk, dengan tujuan memberdayakan UMKM dari ruang bisnis itu sendiri. Nantinya mereka akan ada sejak tanggal 26 -30 Juni. Pasar jajanan itu 5 hari,” ujar dia.

Sementara itu, tagline tema rencananya akan diluncurkan pada 29 Februari mendatang. Panitia juga akan memaparkan tamu-tamu yang akan didatangkan.

“Di FSB punya ruang sendiri dan kami akan mengajak praktisi bahasa isyarat dari Makassar untuk berkunjung ke Luwuk,” katanya.

Tamu yang akan didatangkan berbeda dengan Festival Sastra Banggai 2019. Sebab, harus menyesuaikan dengan tema. “Kami merasa kedatangan teman-teman merupakan dukungan besar bagi FSB, sehingga media mampu mengabarkan hal-hal baik kepada masyarakat terkait kegiatan ini,” katanya.

Selain meluncurkan tema, panitia juga akan menggelar konferensi pers di Kota Luwuk dan Makassar. Pelaksanaan temu media di Makassar karena Festival Sastra Banggai menjadi sister festival dengan Makassar Internasional Writers Festival.

“Ini kerja-kerja kemanusiaan, kebudayaan, dan literasi. Meski tersengal tapi kami masih punya semangat untuk menyukseskan FSB 2020,” tuturnya. (*)

Baca Lainnya