Breaking News

Hari Jadi ke-16, Gamhas Kawal Ruang Hidup Warga di Kepulauan

Suasana Gedung Serba Guna Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, pada Sabtu, 22 Desember 2018, tampak ramai. Ratusan mahasiswa berkumpul sejak sore dan rencananya akan dibuat acara pada malam hari.

“Ya rencana malam nanti akan digelar acara hari jadi organisasi Gamhas,” ujar Gufran, ketua panitia pelaksana Hari Jadi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial atau Gamhas kepada Jalamalut.

Gufran bilang, Hari Jadi Gamhas yang ke-16 itu selain sebagai refleksi perjalanan organisasi, juga sebagai bagian memberikan semangat kepada para anggota organisasi untuk tetap memperjuangkan masalah-masalah sosial. “Ini hari jadi memang juga untuk membuat para kamerad (anggota) Gamhas tetap semangat berjuang,” katanya.

Selain itu, dalam sesi pembukaan acara, tampak pemerintah desa Balbar, pendiri dan senior organisasi Gamhas, serta sejumlah tokoh pemuda di Kecamatan Oba Utara, juga turut mengikuti jalannya acara.

Faisal Ratuela, yang mewakili pendiri Gamhas, dalam sambutannya, mengatakan organisasi Gamhas adalah salah satu organisasi mahasiswa di Maluku Utara yang masih setia bersama warga memperjuangkan sejumlah masalah, seperti masuknya investasi asing, pendidikan, kesehatan, dan ruang hidup warga pulau. “Saya bangga kalian masih berdiri di garis masa memperjuangkan nasib warga di pulau-pulau dari banyaknya ancaman sosial dan ekologi,” katanya dengan nada tegas.

Komite Pimpinan Pusat Gamhas, Sahril Hi Abdullah, dalam sambutannya, mengatakan, Gamhas akan tetap bersama warga, memperjuangkan ruang hidup petani dan nelayan dari segala resiko pembangunan di Maluku Utata. “Kami tetap loyal untuk warga, terutama para petani dan nelayan di negeri ini,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Desa Balbar, Amir Abdullah, juga diberikan kesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Tampak tepuk tangan bergemuruh, menyambut tanda dibukanya Hari Jadi Gamhas.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh dua siswi dari Kelas Sastra SMP serta SMA Siti Aisyah Bakulasa, teatrikal, pembacaan sajak dari para anggota organisasi, dan Round Table Discussion, yang berlangsung sampai dini hari. “Kami bahagia malam ini, Gamhas telah memasuki usia remaja, tandanya ia harus tetap tegar bersama rakyat,” ujar salah satu anggota organisasi, usai acara pembukaan. (*)

Penulis: Rajif Duchlun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *