WARTA

Minggu, 23 Desember 2018 - 00:46

12 bulan yang lalu

logo

Hattrick Zulham Zamrun, Tamparan dan Pelajaran untuk Persiter

Hattrick Zulham Zamrun ke gawang Persiter Ternate dalam laga Piala Indonesia babak 64 besar, Sabtu 22 Desember 2018, sore tadi di Stadion Gelora Kie Raha, menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran bagi anak-anak Laskar Kie Raha.

Gol pemain hasil didikan Persiter Ternate membuat satu stadion terperangah dengan sontekan bola datarnya pada menit ke 15, usai mendapat umpan terobosan pemain dengan nomor punggung 99, Saldi.

Setelah gol Zulham, PSM benar-benar memegang kendali permainan. Mereka menunjukkan permainan atraktif lewat sentuhan bola pendek yang menyulitkan Persiter mengembangkan permain.

Duet Saldi dan Zulham berhasil menggetarkan gawang yang dijaga oleh Ridwan Kasim di akhir babak pertama, yakni pada menit ke 42. Umpan tarik Saldi berhasil dikonversikan menjadi gol lewat sepakkan gledek kaki kiri dengan jarak 21 meter dari luar titik penalti. PSM menutup paruh babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Pemain PSM, Saldi meransek masuk ke jantung pertahan Persiter untuk menerima umpan lambung yang diberikan dari sisi kanan | Foto : Dafa Motret

Persiter yang berhenti berlaga pada kasta tertinggi liga di tahun 2008 ini, mulai bangkit di babak kedua. Hasilnya, Persiter diberi hadiah penalti setelah bek tangguh PSM, Ardan Aras melanggar pemain bernomor punggung 14, M. Zhifar Marsaoly pada menit ke 47.

Permain sayap Persiter  itu menjadi eksekutor pinalti. Tendangan melengkung ke pojok kanan atas tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang PSM. Persiter memperkecil kedudukan.

Stadion berkapasitas 15.000 penonton kembali bergemuruh. Harapan penonton yang sudah pupus kembali dihidupkan. Persiter mendapat angin segar setelah ditekan habis-habisan di babak pertama.

Pertandingan mulai keras antara kedua kubu setelah Persiter berhasil memanfaatkan momentum dengan menyamakan kedudukan 2-2, usai pemain pengganti Chalil Prasti nomor punggung 13 menyelesaikan umpan tarik Dedy Usman nomor punggung 9 dari sisi kiri pertahanan dengan melewati dua pemain belakang PSM.

Stadion Gelora Kie Raha kembali bergemuruh.  Musik soya-soya menggelegar dari The Superman di Tribun Utara dengan tulisan di pagar pembatas “ini sagu bukan kondro apalagi coto #Santiong”.

Spanduk dukungan The Superman di Tribun Utara, Stadion Gelora Kia Raha, Sabtu 22 Desember 2018 | Foto : Risman Rais

Namun, The Superman kembali dibuat terdiam. Penjaga gawang Persiter yang pernah merumput bersama Zulham di SSB Olympic dibuat tak berdaya lewat hattrick-nya pada menit ke 75. Gol sundulan itu dirayakan Zulham dengan selebrasi ala Cristiano Ronaldo.

Keunggulan PSM tak berlangung lama, setelah pelatih Persiter, Qwetly Alweny memasukkan gelandang kreatif lainnya, M. Sebastian Veron menggantikan kapten kesebelasan Anggy Yusup yang mengalami cedera. Sektor tengah Persiter kembali hidup.

Zhifar kembali menjadi bintang Persiter pada laga ini lewat tendangan bebas sejauh 50 meter dari sisi kiri pertahan PSM, pada menit ke 79. Tendangan kerasnya tak bisa ditepis oleh penjaga Gawang Gilman Syah, skor kembali imbang 3:3.

Laskar Juku Eja yang juara Runner Up Liga 1 Indonesia 2018 ini, mulai frustasi. Gelandang jangkar andalannnya, Rizky Pellu dimasukkan. Namun, Rizky tidak bisa berbuat banyak hingga wasit meniup peluit panjang akhir babak kedua.

Zulham Gagal Sempurnakan Kemenangan

Dengan menggunakan sistem gugur, pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Memilih gawang bagian utara, penendang pertama diambil oleh PSM Makassar melalui Zulkifly Syukur. Tendangan kapten utama PSM ini mampu ditepis oleh penjaga gawang  Ridwan.

Kapten Utama, Zulkifli Syukur gagal mengeksekusi pinalti | Foto : Risman Rais/jalamalut

Sementara penendang pertama Persiter yang diambil oleh M. Zhifar Marsaoly melambung di atas mistar gawang. Penendang kedua PSM, yakni Rasyid Assyahid yang bernomor punggung 17 membuahkan gol dan kembali disambut oleh pemain PSM yang berdiri di Garis tengah lapangan.

Penendang kedua Persiter yang dieksekusi Ichlasul Qadri dengan nomor punggung 10 keluar  di samping kiri gawang Gilman Syah. Penendang ketiga dan keempat oleh Ardan Aras (22), Saldi (99) menghasilkan gol, sekaligus memastikan kemenangan atas Persiter dengan agregat 5-6, sedangkan Persiter hanya membuat 2 Gol adu penalti, yakni Iyan Santoso bernomor punggung 2 dan tendangan kidal penjaga gawang Ridwan.

Emosi penonton sempat dimainkan sang Man of the match, Zulham yang menjadi penendang kelima dalam laga adu pinalti. Saudara kembar Zulvin Zamrun ini kembali membuat aksi memegang bola saat adu penalti dan mengulur waktu dan ekspresi melompat sambil menggoyang kedua kaki.

Zulham harus membayar mahal aksinya itu. Top Skor Piala Presiden 2015 itu melesakkan bola di samping kiri gawang Ridwan yang sempat terkecoh ke kanan tetapi bola malah membentur tiang gawang sebelah kiri. Pemain yang sempat mengalami cedera di pertengahan Liga 1 Indonesia itu gagal menyempurnakan penampilannya di Stadion Gelora Kie Raha setelah 12 tahun tidak berlaga dengan Persiter dalam laga resmi.

Pelajaran untuk Persiter

“Saya tidak melakukan selebrasi saat mencetak gol, karena menghormati warga Kota Ternate. Saya mengangkat tangan tadi sebagai bentuk penghormatan” kata Zulham dalam Konfrensi Pers yang didampingi Asisten Pelatih Samsudin Batola.

Zulham bilang, dia melakukan selebrasi karena ingin memotivasi adik-adik yang bermain bersama Persiter.

 

Selebrasi Zulham Zamrun usai mencetak gol kedua ke gawang Persiter, memalui tendangan jarak jauh kaki kiri | Foto : Hariyanto Teng/jalamalut

“Bola Blunder dari PSM tadi yang membuat kesempatan kepada Persiter memasukkan Gol ke gawang PSM, tetapi pertandingan tadi sangat seru,” kata Samsudin memuji daya juang pemain Persiter.

Sedangkan Pelatih Persiter Ternate Qwetly Alweni merasa bangga kepada pemainnya yang bangkit pada babak kedua dan mampu melesakkan 3 gol ke gawang Runner Up Liga 1 Indonesia itu.

“Kami sangat bangga bisa menahan imbang hingga adu penalti, PSM merupakan Tim divisi 1 sedangkan kami Persiter masih tim divisi 3 tetapi kami mampu bangkit pada babak kedua setelah menyamakan gol hingga adu penalti,” tutur Qwetly.

Penulis : Risman Rais,  Kru Jalamalut

Baca Lainnya