Breaking News

Cuaca Buruk, Speedboot Sofifi-Ternate Nyaris Hilang Arah

Speedboat rute Sofifi-Ternate berpenumpang 10 orang nyaris hilang arah akibat kehilangan jarak pandang dan dihantam ombak dengan ketinggian 3-5 meter. Melihat hal itu, Kapal Motor Penyeberangan 375 Kelas III Tidore yang bertugas melakukan pemantauan, Patroli Natal dan Tahun Baru di areal Sofifi-Ternate, akhirnya mendekati hingga memandu speedboat tersebut ke Ternate.

“Kejadiaannya sekitar jam 12 siang, penumpang yang ada selamat sampai ke Ternate dengan jumlah 10 orang. kami dari Unit penyelenggara Kelas III Tidore melalui Kesatuan Penjaga laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jendral Perhubungan melakukan pemantauan atau Patroli Natal dan Tahun baru di areal Sofifi-Ternate,”kata Rizki Herdifa Pradana, Mualim Kapal Motor Penyebrangan (KMP) 375 Kelas III Tidore, Jumat, 21 Desember 2018.

Saat Patroli, KMP 375 Kelas III Tidore dengan tujuh personil mendapati speedboat tersebut kehilangan jarak pandang 3 meter kedepan. Jalur yang seharusnya ke Ternate, membelok ke Sidangoli, “perkiraan kami gelombang laut tadi siang ketinggiannya 3-5 meter,” kata salah satu ABK Kapal.

Dalam video berdurasi 01.37 menit KMP 375 kelas III Tidore terlihat memandu speed boat 46. Tampak juga gelombang yang cukup besar menghantam hingga speedboat dengan keras. “Perhatian-perhatian speedboat 46 mengkuti arah kami, kami akan memandu sampai ke tujuan,” kata salah satu ABK Kapal melalui video amatir. Kapal KMP 375 pun mendekati speedboat tersebut, memandu  ke pelabuhan Semut di Mangga dua ternate.

Rizki mengimbau, kepada pengguna jasa  penyeberangan khususnya transportasi laut selalu memerhatikan cuaca, karena pada Desember saat ini cuaca lagi ekstrim. Harusnya, pengguna jasa transportasi laut berkoordinasi dengan pihak Syahbandar, jangan sampai pihak syahbandar telah melarang tetapi masih tetap melanggar.

“Selain itu, apabila berlayar perlu memperhatikan alat-lalat yang ada dikapal seperti alat  navigasi. karena sangat rentan kehilangan arah. meskipun alat keselamatan lengkap tetapi alat navigasi tidak lengkap sangat beresiko,”. ujar Riski.

Penulis: Risman Rais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *