Breaking News

Persiapan Pelni Ternate Menjelang Natal dan Tahun Baru

Memasuki Natal dan Tahun Baru 2019 di Maluku Utara, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ternate menyiapkan empat armada trayek nusantara dan dua kapal perintis untuk mengatasi pelonjakan penumpang.

“Ada KM Labobar, Sinabung, Dorolonda, Sangeang, KM Sabuk Nusantara 86 dan 105,” ujar Kepala Operasional PT Pelni Ternate, Heri Setiabudi, kepada Jalamalut di Ternate, Selasa 18 Desember 2018.

Saat ini, kata Heri, KM Sabuk Nusantara 86 sudah dioperasikan. Sedangkan KM Sinabung, direncanakan tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate pada 22 Desember dari Papua, dan selanjutnya menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Heri memperkirakan, akan terjadi pelonjakan penumpang dari wilayah timur di Ternate. Namun jumlahnya tidak signifikan. Karena Ternate hanya penghubung. “Tiba di Ternate, mereka kembali bertolak ke beberapa wilayah di Halmahera. Jadi secara nasional, jumlah penumpang diperkirakan sekira 3,4 persen atau 3.000 sekian,”jelasnya.

Selain itu, pada 23 Desember, ada KM Labobar dari Papua. Jumlah penumpang diperkirakan sama. Namun kapalnya hanya sampai di Bitung. Tidak lanjut ke Surabaya. Sebab KM Labobar sengaja dioperasikan untuk rute Surabaya, Balikpapan, Pantoloan dan Bitung. Lalu kembali ke Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, untuk mengangkut penumpang tujuan Bitung.

“Kemungkinan puncaknya di tanggal 22 dan 23. Karena di waktu itu, rata-rata saudara-saudara kita yang non muslim tujuan akhirnya di Bitung. Jadi puncak arus kedatangan itu di tanggal 22 dengan KM Sinabung, dan 23 dengan KM Labobar,” jelasnya.

Terkait kesiapan di pelabuhan, Pelni Ternate sudah berkoordinasi dengan Syahbandar, Pelindo, TNI-Polri serta sejumlah instansi pendukung. Bahkan saat ini, sudah dibangun posko terpadu untuk angkutan Natal dan tahun baru. “Mulai beroperasi hari ini (Selasa-red) hingga 8 Januari 2019,” jelasnya.

Sedangkan arus balik, kata Heri, bagi penumpang yang berlayar menggunakan kapal Pelni, pada 5 Januari ada KM Sinabung. Sedangkan pada 7 Januari, ada KM Labobar. Olehnya itu, ia meminta Pelindo selaku pengelola pelabuhan agar tetap meningkatkan keamanan.

“Dari Pelni sendiri, selain kapal, kita sudah menyiapkan tiket secara full. Jadi dipastikan akan memenuhi kebutuhan angkutan arus mudik natal dan tahun baru di tahun ini,” tutupnya.

Terpisah, General Manager PT. ASDP Ternate, Umar Imran Batubara, mengatakan pihaknya akan fokus di beberapa titik lintasan. Seperti rute Pelabuhan Bastiong Ternate tujuan Sofifi, Sidangoli, Rum, Bacan, Moti, Makeang, Pulau Batang Dua, hingga Bitung, Sulawesi Utara. Kemudian di Halmahera Utara, rute Tobelo ke Daruba.

“Puncak angkutan diprediksi terjadi pada 20-23 Desember 2018. Sedangkan arus balik diprediksi 5-6 Januari 2019. Tapi yang terpenting dari sisi armada. Jadi mulai dari pencatatan manifest penumpang dan kendaraan, maupun dari sisi barang angkutan,” ujar Umar dalam rapat koordinasi di Kantor ASDP Ternate, Rabu 19 Desember 2018.

Kepala Operasional PT. ASDP Ternate, Ali Tamher, menambahkan, jalur pelayaran kapal terbagi 22 lintasan. Terdiri dari 6 jalur komersial dan 16 jalur perintis.

Sehingga, pihaknya akan menyiapkan posko angkutan terpadu di areal pelabuhan. Fungsinya untuk mencatat arus penumpang dari dan keluar, kemudian barang bawaan yang masuk.

Khusus angkutan barang, dikatakan Ali, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pernah ditemukan minuman keras sebanyak 8 karung, yang diangkut ke truk. “Kami harap pihak kepolisian dapat berperan di sini,” harap dia.

Sementara di areal dermaga, ASDP meminta jajaran Polres, Polda dan Perhubungan, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur masuk dan keluar. Sebab areal parkiran di Pelabuhan Bastiong Ternate sedang dibenahi. “Karena saat ini kami masih terfokus satu pintu,” tuturnya.

Soal ketersediaan bahan bakar, Sales Service dan GA, TBBM Pertamina (Persero) MOR VIII Ternate, Imanuel, mengatakan stok BBM kali ini dipastikan aman. “Nanti ada suplai BBM dari dua kapal kami. Jadi untuk 18 hari ke depan, kebutuhan dipastikan terlayani dengan baik,” jelasnya.

Soal cuaca, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Eko Wijayandi, menuturkan, kondisi iklim Maluku Utara  sejak Mei hingga Desember 2018, terjadi intensitas curah hujan ringan, sedang hingga berat.

“Untuk Desember 2018 rata-rata di atas normal. Ini akan berlangsung hingga Januari 2019. Kami tetap up to date soal itu (cuaca),” jelasnya.

Penulis: Nurkholis Lamaau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *