JELAJAH

Senin, 10 Desember 2018 - 22:44

1 tahun yang lalu

logo

Infrastruktur Pulau Hiri dari Dulu, Kini, dan Nanti

Matahari mulai turun ketika speed boat yang saya tumpangi menuju Pulau Hiri pada pukul 16 WIT. Sekira 10 menit perjalan laut, tibalah saya di pulau ini. Seketika angin laut bertiup pelan.

Nalar pun menerawang-rekam jejak pada tahun 2006 masih terbayang saat saya di Inpektorat Kota Ternate. Pulau ini tidak asing, ketika itu, saya sebagai auditor internal, mengawasi kegiatan pembangunan infrastruktur di Pulau ini.

Pengerukan materil di bukit rawan longsor di Pulau Hiri. Senin, 10 Desember 2018. Foto: Risval Budiyanto

Saat itu, bebatuan berdiameter 1-1,5 berhamburan di tepi jalan, bahkan jatuh ke laut akibat medan yang terjal. Itu saat pelaksanaan-awal pembuatan trase jalan lingkar Hiri.

Saya teringat Fanyira Togolobe Adnan Hirto bersama beberapa masyarakat Hiri, yang mendampingi-mengantar kami ke lokasi bukit. Mereka mengawasi, melihat sekeliling, sesekali berteriak, memberi tanda para pekerja untuk berhenti sejenak agar masyarakat yang lewat di bawah bukit, tak tertimpa bebatuan. Suara lantang-teriakan Fanyira saat itu, masih terbayang-bayang di ingatan saya. Teriakan Fanyira dan rekannya adalah bentuk komunikasi antar pekerja. Sungguh, ini kisah yang tak bisa dilupa.

Kondisi akses jalan dari Togolobe-Faudu, Pulau Hiri, pada Senin, 10 Desember 2018. Foto: Risval Budiyanto

Kini, sudah 13 tahun infrastruktur jalan dikebut menggunakan dana yang sangat-sangat terbatas di pulau ini. Pulau yang tak hanya menjadi beranda pemandangan Kota Ternate. Lebih dari itu, Pulau ini menyimpan banyak kearifan, falsafa hidup orang Ternate.

Saat ini, tidak sedikit yang bertanya-tanya. Mengapa pembangunan jalan lingkar Pulau Hiri tidak kunjung tuntas?

Video: Hiri on the spot

Sebagai informasi, pembangunan jalan lingkar Pulau Hiri, sejak tahun 2005 mulai dikerjakan Pemkot Ternate secara marathon, sampai dengan saat ini, di tahun 2018, Pemkot menganggarkan dana sebesar kurang lebih 6 miliar untuk infrastruktur jalan hotmix sepanjang 5,5 Km dari total panjang 10,11 Km. Saat ini pengerjaan hotmix mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai sebelum tahun 2019.

Sudah puluhan miliar anggaran yang dikucurkan Pemkot Ternate, baik yang dibiayai oleh APBD,  APBN melalui Dana Alokasi Khusus bidang infrastruktur. Sisa jalan sepanjang 4,71 Km, akan kembali dilaksanakan di tahun 2019 nanti, dengan total anggaran 6 Miliar.

Pembuatan sandaran sementara, Landing Carft Tank (LCT) untuk bongkar-muat material dan alat berat ke Pulau Hiri. Senin, 10 Desember 2018. Foto: Risval Budiyanto

——

Pulau ini bukan hanya soal pembangunan jalan semata. Ia perlu sarana pendukung atas pembangunan jalan. Struktur berbukit dan terjal membutuhkan talud penahan tanah, mencegah longsor saat musim penghujan. Drainase yang memadai harus dibangun keliling pulau. Tanpa ini, infrastruktur jalan hanya berdiri sendiri tanpa ada sendi penopang.

Bissmillah, semoga kedepan, hal ini bisa terlaksana. Amin ya Rabb.

Penulis: Risval Budiyanto

Pekerja di Dinas PUPR Kota Ternate | Senang dengan Fotografi

Baca Lainnya