WARTA

Minggu, 4 November 2018 - 12:19

1 tahun yang lalu

logo

Sarasehan, Menelusuri Jejak Maritim

Senin  12-16 November 2018 di Kampus II Fakultas Ilmu Budaya, Gedung Rektorat Universitas Khairun, Ternate, akan diadakan Sarasehan Jaringan Kerabat Antropologi Indonesia ke XV (JKAI), dengan tajuk “Menelusuri Jejak Maritim Dalam Perspektif Budaya”.

Tema kegiatan ini merupakan hasil diskusi dari seluruh panitia sarasehan. Karena belakangan, maritim  menjadi sebuah isu yang sering didiskusikan oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu tema ini menjadi sebuah kesimpulan dari berbagai gagasan yang di berikan oleh panitia. kemudian akan menjadi pembahasan untuk ditanggapi dalam seminar nanti. Dalam seminar nanti, akan menghadirkan tiga orang narasumber dan satu orang sebagai moderator.

Narasumber  yang akan hadir yakni,  Sultan Tidore Husain Alting Sjah, SE. MM, membawakan sub tema Refleksi dan masa depan Kesultanan Maritim. Dosen Antropologi Universitas Hasanudin Prof. Dr. Pawennari Hijjang. MA membawakan sub tema Ecologycal Anthropology, dan Dr. Safrudin Amin. MA (Dosen Antropologi Universitas Khairun), dengan sub tema Geopolitik Maluku Utara. Moderator ditangani oleh Asrul Lamunu, Ketua IKAAU (Ikatan Kerabat Alumni Antropologi Unkhair).

Kegiatan selama empat hari itu, berlangsung dalam bentuk Seminar Nasional, Musyawarah Besar (MUBES) Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia (JKAI), dan diselingi Wisata Budaya diseputaran kota Ternate dan Sekitarnya.

Tujuan diselenggarakannya sarasehan XV JKAI 2018 untuk membahas dan merumuskan format kerja dan aktivitas JKAI yang efektif dan mampu mendukung program-program pemerintah dan non-pemerintah yang berlandaskan kearifan lokal dalam konteks era globalisasi, sebagai tindak lanjut Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) XV JKAI 2017 di Universitas Indonesia, Depok  Jakarta Selatan. Dan konsilidasi konsep implementasi visi-misi dan tujuan Jaringan Kekerabatan Antropologi Se-Indonesia.

Sarasehan Nasional JKAI tidak hanya berfungsi untuk mendengarkan pendapat para ahli mengenai masalah budaya sosial yang dijadikan tema setiap penyelenggaraannya, tetapi juga berfungsi untuk menyatukan keanekaragaman cara pandang Antropologi dengan mengutamakan muatan-muatan kekerabatan bagi seluruh Mahasiswa Antropologi Se-Indonesia dengan prinsip Kekerabatan, yang merupakan ciri utama dari JKAI.

Kegiatan ini mengutamakan nilai kekerabatan dan membangun kebersamaan antar mahasiswa Antropologi Se-Indonesia. Hal tersebut merupakan cara pandang JKAI untuk melihat dan menghargai sebuah perbedaan serta keanekaragaman budaya. Inti dari kegiatan ini bukanlah sekedar kegiatan berkala semata. Karena pada dasarnya kegiatan ini berfungsi untuk memberikan Pencerahan Bagi Mahasiswa Antropologi Se-Indonesia melalui para delegasi dari masing-masing universitas yang dikirimnya, serta mengenai pentingnya kajian Antropologi yang sistematis, adaptif, dan berkesinambungan, sehingga berujung output yang mampu memberikan kontribusi bagi proses pembangunan di daerah masing-masing sebagai wujud nyata implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi serta keilmuan Antropologi itu sendiri.

****

JKAI Merupakan organisasi yang membawahi jurusan antropologi dari berbagai perguruang tinggi negeri yang ada di indonesia. Saat ini anggota yang terdaftar dalam JKAI, yaitu: Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas udayana, Universitas Sumatra Utara, universitas Malikussaleh, Univesitas Cendrawasih, Universitas Tanjung Pura, Universitas Diponegoro, Universitas Tadulako, Universitas Halu Oleo, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Khairun, Universitas Brawijaya, Universitas Papua dan Institute Seni Indonesia Pdangpanjang.

Redaksi

Baca Lainnya