WARTA

Senin, 14 Mei 2018 - 06:53

2 tahun yang lalu

logo

Duka di Surabaya, ini Sikap PPI di Belanda

Duka di Indonesia  terkait dengan teror bom bunuh diri,  pada 13 Mei 2018 di tiga gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Jl. Arjuno, Surabaya mendapat tanggapan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda.

Tak hanya pelajar di Belanda, beberapa ormas di Maluku Utara pun turut angkat bicara. Seperti Kualisi Pemuda Indonesia Maluku Utara (KAPITA).

Hingga kini, Senin 14 Mei 2018 teror bom masih saja berlangsung, tercatan di beberapa media, teror bom terjadi pada pukul 08.50 WIB. “Telah terjadi ledakan di tempat kejadian perkara (TKP) Polres Surabaya pukul 08.50,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, seperti dikutip Antara.

Ariehta Eleison Sembiring, salah satu mahasiswa Indonesia di Belanda menyampaikan peryataan sikap PPI dengan rasa belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa takberperikemanusian tersebut. “Sungguh hal ini harus ditanggapi serius, olehnya itu, PPI Belanda mengelurkan sikap,” Tegas Ariehta.

Pertayaan sikap tersebut sebagai perikut,  Pertama, PPI Belanda Menilai bahwa pengeboman ini merupakan bentuk kejahatan dan ancaman serius terhadap kesatuan bangsa, kedaulatan negara, penegakan HAM, dan demokrasi,” ungkap Airehta. Iya pun melanjutkan pernyataan sikap.

Kedua, Mendorong Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitar terlibat aktif untuk membantu pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya;

Ketiga, Mengecam keras aksi teror tersebut. Bahwa perbuatan merongrong perdamaian dan keutuhan bangsa seperti itu tidak dapat didiamkan;

Keempat, Mengajak seluruh masyarakat dari berbagai golongan untuk tidak terprovokasi dan ikut menjaga persatuan dan mempererat ikatan antar kelompok, agama, ras, suku, demi kesatuan Republik Indonesia;

Kelima, Mendesak pemerintah berikut institusi penegak hukum untuk menangkap dan mengadili pelaku dan mendesak pemerintah untuk serius membongkar dan menindak jaringan terorisme.

Keenam, Mendesak pemerintah menyusun dan mengkomunikasikan kepada publik langkah preventif atas potensi ledakan bom yang dapat terjadi di kemudian hari. Pemerintah memiliki perangkat pencegahan yang terstruktur dan diberi kewenangan untuk menindak. Untuk itu, tanpa langkah preventif yang jelas dari Pemerintah hanya akan membuat peristiwa serupa berulang. Hal ini menimbulkan kesan bahwa telah terjadi pembiaran;

Ketuju, Mendesak Pemerintah Pusat beserta Pemerintah Daerah dan institusi keamanan seperti Kepolisian untuk memulihkan dan menjaga suasana agar dapat kembali kondusif, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat untuk melaksanakan agama dan keyakinannya.

Peryataan sikap ini terhimpun dari 12 PPI yakni PPI Leiden, Rotterdam, Tilburg, Amsterdam, PPI Den Haag, PPI Kota Den Haag,Groningen, Maastricht, Arnhem, Enschede, Utrecht, Wageningen, Eindhoven, Deventer, Delft, dan PPI Nijmegen.

Panglima Kualisi Pemuda Indonesia Maluku Utara (KAPITA) Imanullah Muhammad

Hal ini juga disampaikan Panglima KAPITA Imanullah Muhammad. Mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa di atas, khususnya peristiwa bom di tiga Gereja di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur, KAPITA atau Koalisi Pemuda Indonesia Maluku Utara menuntut pemerintah Tegas dan Adil terhadap aksi biadab teroris yang dikaitkan dengan Islam terhadap penyerangan Jemaat Gereja di Surabya dan Sidoarjo.

“Semakin sporadis dan sadisnya aksi-aksi teroris seperti di atas harus segera kita membentengi diri kita, keluarga, dan lingkungan dengan ilmu dasar agama Islam yang kuat dan fundamental degan menjadikan perbedaan adalah rahmat dan warna warni dunia untuk hidup beriringan dan bersama.”imbuhnya.

Menurut Panglima KAPITA Maluku Utara  Pemahaman NKRI harga mati dan harus turun sampai ke RT, RW, Desa, Sekolah, dan komunitas pemuda lainnya.

“Mari menjadikan perbedaan menjadi bahan pembelajaran untuk kita bersama.” tutupnya.

 

 

 

Narahubung:

Ariehta Eleison Sembiring (+ 31 655774967), ariehtae@gmail.com

Baca Lainnya