JEJAK

Senin, 8 Juli 2019 - 21:23

2 minggu yang lalu

logo

106 Tahun Purbakala ‘Untukmu Ternate’

106 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1913 memiliki arti penting bagi lembaga yang menangani peninggalan Purbakala dengan nama Oudheidkundige Dienst in Nederladsch Indie atau jawatan Purbakala, sebagai wujud pelestarian cagar budaya bangsa Indonesia.

Tahun ini, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah kerja Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, mengenalkan arti pentingnya sejarah purbakala di masa lalu yang bertajuk, Jalan Sehat “Untukmu Ternate”.

Start jalan sehat dari kawasan Landmark Ternate. Foto: Doc Jalamalut.com

Jalan sehat ini melibatkan seluruh masyarakat Ternate dan sekitarnya. Menariknya, rute jalan sehat melewati beberapa kelurahan, dan gedung yang menyimpan  banyak sejarah di kota ini.

Start dari kawasan Landmark, mengarah ke kampung Falajawa, kelurahan Muhajirin. Kampung Falajawa ini punya aspek sejarah yang masih terasa, seperti bangunan fala kanci (Rumah Kancing) yang masih berdiri kokoh. Selain itu juga ada sebuah masjid bernama Langgar Ijo.

Warga Ternate Jalan Sehat melintasi kawasan Langgar Ijo. Doc Jalamalut.com

Setelah itu peserta menuju ke arah utara, melewati gereja Katolik St. Willibrordus, atau masyarakat Ternate lebih sering menyebut  Gereja Batu, karena beberapa ornament gereja yang terbuat dari batu. Konon, gereja ini dibangun pada tahun 1523 oleh Fransiskus Xaverius, misionaris yang menyebarkan Katolik di Ternate.

Dari situ, peserta kemudian menuju benteng Oranje sebagai rute akhir perjalanan, sebuah benteng yang pernah menjadi pusat  VOC di masa lalu.

Muhammad Husni, kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Malut mengatakan, rute tersbebut sengaja dipilih guna mengenalkan kembali beberapa kawasan yang punya nilai sejarah.

Walikota dan Ka Balai memasuki benteng Oranje Ternate. Doc Jalamalut.com

“Momentum HUT Purbakala yang ke-106 ini sengaja kita melaksanakan jalan sehat, di samping untuk memberikan sosialisasi tentang cagar budaya, juga mengingatkan kita tentang pengting menjaga situs sejarah yang ada untuk dilestarikan” kata Muhammad Husni, Minggu 7 Juli 2019 usai jalan sehat.

Ia berharap, kedepannya masyarakat, khususnya generasi muda bisa mengenal serta mengapresiasi soal pentingnya cagar budaya di Maluku Utara.

Sementara itu, Wali Kota Ternate mengapresasi kegiatan tersebut. Menurutnya ini adalah langkah bagus mengingat Ternate memiliki banyak cagar budaya yang perlu diperhatikan.

“Karena kita diamanatkan oleh UU No 5 tahun 2017 tentang  Pemajuan Kebudayaan untuk melestarikan, menjaga, dan mempertahankan budaya yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

Acara HUT itu kemudian dipusatkan di Taman Film yang diramaikan oleh ratusan masyarakat Kota Ternate. Adanya undian dan kuis yang berhadiah macam-macam barang membuat acara tersebut kian semarak.

Rizal/Arief

Baca Lainnya