Melancong ke Kepulauan Widi

SEBELUM saya ke sini, Pulau Widi sering diperbincangkan oleh sebagian orang terkait  keindahannya. Namun, untuk menuju tempat ini memang membutuhkan niat, usaha, dan isi kantong yang lebih.

Sebagai “tukang foto” tentu kabar ini bikin penasaran. Saya pun ingin membuktikan akan hal itu.

Nah, tiba saatnya saya mulai menuju Kepulauan Widi pada pertengahan Agustus 2016.

Pasir Putih dan Laut Hijau Tosca di Pulau Daga
Pasir Putih dan Laut Hijau Tosca di Pulau Daga

Satu persatu pulau-pulau kecil tak berpenghuni mulai nampak dari kejauhan, itu menandakan bahwa kita telah memasuki kawasan Kepulauan Widi yang terpencil—jauh dari Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, pulau ini sangat eksotis di pelupuk mata tiap pengunjung yang hendak ke sini.

Saat perjalanan di atas laut kepulauan Widi; langit biru, hamparan pasir putih, laut hijau tosca menghipnotis menyambut kedatangan saya sebelum menginjakkan kaki di pasir nan putih itu.

Rumah Panggung dan kehidupan masyarakat di Pulau Daga
Rumah Panggung dan kehidupan masyarakat di Pulau Daga

Dari kejauhan nampak beberapa rumah panggung masyarakat yang bertengker di atas pantai. Pulau Daga namanya. Inilah salah satu Pulau yang terletak di Kawasan Kepulauan Widi, kecamatan Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Salah satu masyarakat sedang mendayung
Salah satu masyarakat sedang mendayung

Pulau Daga adalah salah satu pulau berpenghuni di antara puluhan pulau-pulau kosong di kawasan Kepulauan Widi.

Rasa kagum mulai memuncak ketika perahu yang saya tumpangi mendekati pasir putih di Pulau Daga itu. Masyarakat Pulau Daga mulai mendekati bibir pantai menyambut kedatangan saya. Dengan sangat ramah, salah satu penduduk, Pak Suleman menghampiri saya yang telah menginjakkan kaki di pasir putih itu. Saya pun langsung berkenalan dengan beliau.

Pak Suleman dengan ikan kering hasil tangkapannya
Pak Suleman dengan ikan kering hasil tangkapannya

“menginap pe torang [ kami] pe rumah saja ,” ajak pak Suleman. Saya pun langsung bergegas mengikuti pak Suleman ke rumahnya. Setelah sampai, saya menaruh barang-barang saya di rumah Pak Suleman yang sederhana itu terbuat dari ranting pohon beratapkan rumbia.

Istri pak Suleman saat memasak di dapur sederhana
Istri pak Suleman saat memasak di dapur sederhana

Setelah menaruh barang-barang, saya berpamitan untuk mulai “memanaskan” kamera saya sekadar mengexplore “Surga kecil” yang telah saya singgahi itu.

Tentu, saya tidak sekadar mengambil gambar. Di sela itu, saya pun bercerita dengan penduduk setempat. Menurut mereka, ada 99 pulau kecil yang berada di Kepulauan Widi. Namun, data yang saya dapat dari Dinas Pariwisata Halsel, ada 103 pulau kecil yang tersebar di Kawasan Kepulauan Widi.

Hal ini mengundang rasa ingin tau saja. Seandainya saya punya helicopter, saya kan terbang di kawasan ini, lalu menghitung apakah betul, jumlah yang disebut oleh Dinas Pariwisata Halsel? Hehehehe.

Jembatan Sederhana yang dibangun untuk orang orang penting yang datang ke Pulau Daga.
Jembatan Sederhana yang dibangun untuk orang orang penting yang datang ke Pulau Daga.

Masyarakat yang tinggal di sini sangat sedikit, sekitar 20 orang dengan beberapa kepala keluarga. Mereka sebenarnya adalah penduduk desa Bisui yang berjarak kurang lebih 1,5 jam perjalanan laut dari Pulau Daga. Umumnya, penduduk setempat adalah nelayan. Tentu, kehidupan mereka bergantung pada hasil laut. Sejak jaman nenek moyang, mereka sudah mencari ikan di Pulau Daga dan membangun bivak sederhana untuk sekadar tinggal beberapa hari mencari ikan.

Oh iya, kalau anda berkunjung ke pulau ini, saya sarankan untuk membeli ikan asin buatan masyarakat setempat untuk membantu mereka (insyaAllah berkah). Harga ikan asin di sini berkisar  Rp 27.000 perkilo nya.

Sebelum menutup kisah perjalanan ini; saya berharap, pariwisata yang akan berkembang di Pulau ini tidak mengabaikan nasib-kehidupan para nelayan yang sejak lama bergantung hidup di pulau ini.

notes:

  • Kepulauan Widi terletak di kecamatan Gane Timur Selatan, Kab Halmahera-Selatan
  • Untuk sampai ke tempat ini ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh dari kota Ternate, Maluku-Utara diantaranya:

Dengan menaiki kapal di pelabuhan Bastiong yang menuju pulau Saketa (Kurang lebih 5 jam) kemudian dilanjutkan dengan mengendarai kendaraan roda 2 menuju kecamatan Gane Timur (kurang lebih 3 jam) dan dilanjutkan lagi dengan menggunakan speed boat ke pulau Daga (Kurang lebih 1,5 jam) CAPE KAN??

Bisa juga dengan naik kapal rute kota Ternate-Babang (Bacan), kemudian dari pasar baru Babang lalu naik kapal kayu atau speed boat menuju Gane Dalam, lalu, Anda bisa sewa kendaraan roda 2 menuju desa Gane Luar. di Desa Gane luar kita harus menyewa body longboat milik masyarakat setempat untuk sampai ke Widi (rame-rame supaya gak terasa mahalnya :D)

Jauh dan cape memang untuk sampai ke sana, tetapi dengan rute yang susah itu semoga Daga dan kepulauan Widi selalu asri, damai, kaya alamnya dan selalu ramah masyarakatnya.

HALMAHERA-SELATAN KEREN. LEBIH KEREN JIKA MASYARAKAT NELAYAN DIPERHATIKAN OLEH PEMERINTAH. PASTINYA PEMERINTAH AKAN LEBIH KEREN.

Penulis: Ipang Mahardhika

 

Views All Time
Views All Time
671
Views Today
Views Today
3
Like

2 tanggapan untuk “Melancong ke Kepulauan Widi

    1. Hai, terimakasih sudah berkunjung. Untuk bisa ke sana, bisa hubungi kru kami di Bacan. (Ipang_Jalamalut 081282001243) Terimakasih

Tinggalkan Balasan